Cari Blog Ini

Senin, 02 Mei 2011

uang defisit ngawi

euangan daerah Pemerintah Kabupaten Ngawi mengalami defisit yang
cukup signifikan besarnya anggaran, ini terjadi banyaknya beberapa cost pengeluaran
yang diperuntukkan bagi pembayaran tunjangan gaji pegawai serta tunjangan beras.

Besarnya defisit keuangan daerah Pemerintah Kabupaten Ngawi sebesar 62 miliar rupiah
yang sebelumnya sempat terpantau hanya 54 miliar rupiah, dinilai bahwa pembengkakan
keuangan daerah tersbeut dilatarbelakangi adanya kenaikan gaji pegawai negeri sipil
sebesar 5 persen, serta kenaikan harga tunjangan beras.

Hingga Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap kucuran dana Pemerintah pusat yang rencannya
akan memberikan bantuan dana sebesar 22 miliar rupiah ternyata dana tersbeut tidak
jadi turun, dan tidak tahu karena faktor apa dana tersbeut tidak jadi turun.

Menurut Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Mas Agoes Nirbito saat ditemui disela-sela
acara pembubaran panitia MURI Di Dinas Peternakan Kabupaten Ngawi oleh tribun-news.com
mengatakan, bahwa untuk mengantisipasi pembengkakan keuangan daerah maka beberapa
proyek dibeberapa satker di kurangi untuk sementara waktu, untuk meminimalisasi
anggaran keuangan daerah.

,”Pihaknya menghimbau mendasar atas himbauan Bupati Ngawi secara tertulis, bahwa
setiap Satker di Kabupaten Ngawi harus melakukan penghematan sebesar 30 persen,”
Ujar Mas Agoes, Jumat (29/04/11)

Mi rusak

Sejak sepekan terjadinya perusakan sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan sepuluh rumah warga di Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi Jawa Timur, yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan dilatarbelakangi adanya perbedaan aliran, maka jajaran Polres Ngawi yang dibantu dengan jajaran Kodim 0805 Ngawi melakukan pengamana ekstra ketat di wilayah tersbeut.
Pasalnya kondisi warga di Desa tersebut terlihat masih mencekam apabila menjelang sore hari tiba, dikarenakan warga masih takut dan was-was terjadi kembali perusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Salah Satu warga setempat yang tidak mau memberikan namanya saat di temui tribun-news.com mengatakan bahwa, pihaknya masih khawatir adanya kejadian di desanya pasalnya pihaknya takut menjadi sasaran amukan orang yang tak dikenalnya, karena pihaknya berdomisili diwilayah tempat tersbeut.

,”Pihaknya masih trauma dan takut apabila terjadi perusakan kembali,”Katanya, Jumat (29/04/11).

Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto saat dikonfirmasi lewat telepon seluler oleh wartawan mengatakan bahwa, pihaknya sudah melakukan pengamanan dengan menerjunkan anggotanya untuk melakukan pengamanan di desa tersebut.

,”Pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar yang baik, bagi warga setempat, dan pihaknya untuk saat ini menerjunkan beberapa anggota dari Polres maupun Polsek untuk berjaga-jaga dilokasi tersebut,” Ujarnya

sma

informasi seputar Kabupaten Dunia pendidikan di Kabupaten Ngawi kini tercoreng kembali dengan ulah Seorang Kepala Sekolah, Dwi Priyanto, SDN Legokulon 2, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, telah melakukan penganiayaan terhadap siswa-siswanya dengan cara menempeleng mereka.

Hingga puluhan siswa-siswi kelas 5 tidak masuk sekolah lantaran mereka trauma dengan sikap yang di tunjukkan seorang Kepala Sekolah tersbeut, membuat puluhan warga setempat meluruk sekolahan tersbeut dengan membawa sebuah poster yang bertuliskan ‘ Turunkan Kepala Sekolah’, ‘Dunia pendidikan bukan tempatnya seorang premanisme’ dan masih banyak lagi.

Kedatangan puluhan warga setempat ini dipicu lantaran kesal dengan prilaku Kepala sekolah Dwi Priyanto yang bersikap arogan dan semena-mena terhadap anak didiknya, dan itu tidak pantas di tunjukkan bagi seorang kepala sekolah.

Kejadian bermula Sabtu (16/04/11), dimana puluhan siswa-siswi sedang melaksanakan proses belajar mengajar yang saat itu, guru yang mengajar adalah kepala sekolah, dan sesaat kemudian sang kepala sekolah melontarkan sebuah pertanyaan untuk dijawab siswa, dan tidak tahu jawaban yang benar itu apa, tiba-tiba Kepala sekolah tersebut langsung menempeleng seorang siswa bernama Irvan Aldiansyah.

Menurut Irvan Aldiansyah saat dtemui di sekolahan bersama dengan orang tua mengatakan,” Saya masih takut sekolah, dan pipi sebelah kiri masih terasa sakit,” katanya, Senin (18/04/11).

Selain itu salah satu warga, Yanto saat dikonfirmasi tribun-news.com mengatakan, bahwa,” Pihaknya bersama dengan warga setempat menuntut agar Kepala sekolah diberhentikan, karena ini tidak kali pertama di lakukannya, dan apabila dalam jangka waktu satu minggu pihak UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi tidak bisa mengakomodir kami, maka akan saya lanjutkan ke Komnas HAM,”Ungkapnya.

Kepala Sekolah SDN Legokulon 2, Dwi Priyanto saat ditemui di sela-sela usai bertemu dengan warga setempat mengakuinya, bahwa,” Dirinya memang menempeleng siswa tersbeut tapi itu tidak keras, hanya mereka saja yang membesar-besarkan berita tersbeut,”Ujarnya.

Sementara, dengan adanya kasus yang kerap kali terjadi di Kabupaten Ngawi tentang penganiayaan guru terhadap siswanya, menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dan pihak kepolisian resort Ngawi untuk menangani kasus ini lebih lanjut.Ngawi, pendidikan, agama,sosial, wisata dan kesehatan

Sabtu, 22 Januari 2011

wisata

Hari minggu tanggal 16 Januari 2011 kemaren beberapa teman blogger ngawi melakukan petualangan ke salah satu tempat wisata di karanganyar yaitu di wisata candi Cetho. Teman teman blogger ngawi yang ikut antara lain saya sendiri, massebhi, mashari, masgalang, masfredy, dan pemandungnya massangbayang. Kami berkumpul di stasiun paron, kemudian mampir sebentar ke rumah mashari, lalu kita memulai perjalanan menuju arah candi cetho, namun tidak langsung menuju cetho tapi mampir dulu ke rumah masangbayang.
saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang petualangan kami di candi cetho, biarkan saja beberapa foto kami bercerita hehehehe

Update…
biar tidak berat… fotonya kopret ke video sadja….. yang mau lihat silahkan tekan tombol plai,


informasi seputar Kabupaten Ngawi, pendidikan, agama,sosial, wisata dan kesehatan

ವಿಸ್ತ ngawi

Hari minggu tanggal 16 Januari 2011 kemaren beberapa teman blogger ngawi melakukan petualangan ke salah satu tempat wisata di karanganyar yaitu di wisata candi Cetho. Teman teman blogger ngawi yang ikut antara lain saya sendiri, massebhi, mashari, masgalang, masfredy, dan pemandungnya massangbayang. Kami berkumpul di stasiun paron, kemudian mampir sebentar ke rumah mashari, lalu kita memulai perjalanan menuju arah candi cetho, namun tidak langsung menuju cetho tapi mampir dulu ke rumah masangbayang.
saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang petualangan kami di candi cetho, biarkan saja beberapa foto kami bercerita hehehehe

Update…
biar tidak berat… fotonya kopret ke video sadja….. yang mau lihat silahkan tekan tombol plai,


Rabu, 15 Desember 2010

ಬೆರಿತ

Delapan tahun sudah Eva Mendes menjalin hubungan asmara dengan pria berkebangsaan Peru, George Augusto. Akan tetapi, ia tetap pada pendiriannya, tidak ingin menikah, baik sekarang ataupun nanti.

Prinsip ini sudah membenak pada sang aktris sejak dulu. Mendes tidak pernah berhasrat atau tergerak untuk menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga. Karena baginya, konsep pernikahan itu sangatlah membosankan.

"Untuk niat memiliki anak aku belum tahu, tapi yang jelas aku tidak pernah terpikir untuk menikah," ujarnya, seperti dikutip dari MSN Entertainment.

Namun, bukan berarti Mendes tidak respek terhadap sebuah konsep pernikahan. Ia menganggap pernikahan tetap menjadi institusi yang indah dan didambakan semua orang.

"Aku menghargai pernikahan. Namun satu sisi dalam diriku tetap memberontak dan menolaknya. Aku adalah orang yang anti kemapanan, itu juga yang membuatku jadi anti pernikahan," kata wanita 36 tahun ini.

Anehnya, Eva Mendes mengaku sangat senang datang ke pernikahan. Bahkan ia sangat menikmati bila berdansa di pesta pernikahan. Mendes juga tak segan-segan menunjukkan gerakan dansa unik yang dikuasainya.

"Aku sangat fasih bila berdansa di pesta pernikahan, tapi jangan pernah berharap aku akan menjadi mempelai di pernikahan i