Hingga puluhan siswa-siswi kelas 5 tidak masuk sekolah lantaran mereka trauma dengan sikap yang di tunjukkan seorang Kepala Sekolah tersbeut, membuat puluhan warga setempat meluruk sekolahan tersbeut dengan membawa sebuah poster yang bertuliskan ‘ Turunkan Kepala Sekolah’, ‘Dunia pendidikan bukan tempatnya seorang premanisme’ dan masih banyak lagi.
Kedatangan puluhan warga setempat ini dipicu lantaran kesal dengan prilaku Kepala sekolah Dwi Priyanto yang bersikap arogan dan semena-mena terhadap anak didiknya, dan itu tidak pantas di tunjukkan bagi seorang kepala sekolah.
Kejadian bermula Sabtu (16/04/11), dimana puluhan siswa-siswi sedang melaksanakan proses belajar mengajar yang saat itu, guru yang mengajar adalah kepala sekolah, dan sesaat kemudian sang kepala sekolah melontarkan sebuah pertanyaan untuk dijawab siswa, dan tidak tahu jawaban yang benar itu apa, tiba-tiba Kepala sekolah tersebut langsung menempeleng seorang siswa bernama Irvan Aldiansyah.
Menurut Irvan Aldiansyah saat dtemui di sekolahan bersama dengan orang tua mengatakan,” Saya masih takut sekolah, dan pipi sebelah kiri masih terasa sakit,” katanya, Senin (18/04/11).
Selain itu salah satu warga, Yanto saat dikonfirmasi tribun-news.com mengatakan, bahwa,” Pihaknya bersama dengan warga setempat menuntut agar Kepala sekolah diberhentikan, karena ini tidak kali pertama di lakukannya, dan apabila dalam jangka waktu satu minggu pihak UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi tidak bisa mengakomodir kami, maka akan saya lanjutkan ke Komnas HAM,”Ungkapnya.
Kepala Sekolah SDN Legokulon 2, Dwi Priyanto saat ditemui di sela-sela usai bertemu dengan warga setempat mengakuinya, bahwa,” Dirinya memang menempeleng siswa tersbeut tapi itu tidak keras, hanya mereka saja yang membesar-besarkan berita tersbeut,”Ujarnya.
Sementara, dengan adanya kasus yang kerap kali terjadi di Kabupaten Ngawi tentang penganiayaan guru terhadap siswanya, menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dan pihak kepolisian resort Ngawi untuk menangani kasus ini lebih lanjut.Ngawi, pendidikan, agama,sosial, wisata dan kesehatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar